Jumat, 19 Oktober 2012

BAB 4. P E M B E L A N J A A N

1.   Pengertian
Pembelanjaan merupakan salah satu  perusahaan selain personalia, pemasaran, dan produksi.

          Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa pembelanjaan perusahaan mempunyai tujuan sebagai berikut:
1.     Mendapatkan atau menaikkan tambahan dana perusahaan.
2.     Menggunakan dana secara efisien.
3.     Mendistribusikan laba perusahaan kepada yang berhak.

2.   Menggunakan dana

Penggunaan dana dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu:
1.     Penggunaan dana dalam jangka pendek : kas surat-surat beharga, piutang dan persediaan.
2.     Penggunaan dana dalam jangka panjang : investigasi aktiva tetap termasuk tanah, bangunan dan peralatan.


          Kemampuan perusahaan dalam memperoleh pendapatan dari sejumlah             modal yang dipergunakan disebut Rentabilitas

          Rentabilita s perusahaan dapat dihitung dengan menggunakan rumus      sebagai berikut:
                               Laba/pendapatan bersih
Rentabilitas (RE)                                                =                      X 100% 
                                      Modal kerja

         Factor yang mempengaruhi rentabilitas ekonomis perusahaan.

1.     Usaha yang dipilaih.
2.     Pengalaman perusahaan itu sendiri atau pesaing.
3.     Manajemen usaha.
4.     Kesempatan yang ada.



2.1.         Penggunaan dana jangka pendek

2.1.a.  pengelolaan kas
          Kas merupakan salah satu bentuk aktiva lancar yang paling likuid dimana dapat berbentuk uang tunai atau cek yang dapat sewaktu-waktu diuangkan sesuai dengan kebutuhan sehari-hari perusahaan.


2.1.b. surat-surat beharga
          Keuntungan yang diperoleh dengan Merelokasikan  dana kas tunai kedalam bentuk surat-surat berharga adalah bertambahnya pendapatan dari bunga sertifikat dan kemudahannya dalam menjual kembali atau menjual kembali kalau perusahaan sewaktu-waktu membutuhkan dana tersebut.


2.1.c. pengelolaan piutang
          Timmbulnya piutang karena adanya menjualan kredit dari perusahaan dalam menjual Barang hasil produksi.

Pertimbangan suatu perusahaan melaksanakan penjualan kredit tergantung pada beberapa factor diantaranya:

1.     Kebijaksanaan perusahaan mengenai berapa prosen dari total penjualan perusahaan yang menggunakan kredit.
2.     Syarat pembayaraan dimana ada batas waktu tertentu yang mendapat potongan tunai kemudian setelah lewat batas waktu yang telah ditentukan dimasukkan dalam bentuk kredit.
3.     Kebiasaan langganan dalam melakukan pembayaran.

Perputaraan piutang dapat dicari dengan rumus:

                                      Piutang awal + piutang akhir
1.     Piutang rata-rata =
                                                      2
                                         
                                     Jumlah penjualan kredit
2.     Perputaran piutang =
                                          Piutang rata-rata


2.1.d. pengelolaan persediaan

Pengelolaan persediaan yang salah dapat mengaibatkan masalah yang fatal yaitu:

1.     Beban bunga yang tinggi jika dana yang dipakai merupakan dana kredit dari bank.
2.     Biaya penyimpanan yang tinggi seiring dengan semakin besarnya barang yang disimpan.
3.     Biaya penyimpangan akan memberikan dampak bertambahnya biaya pemeliharaan yang besar juga.
4.     Menanggung beban resiko kerusakan semakin besar kalau penyimpanan barang persediaan juga benar.
5.     Menanggung beban penurunan kualitas terhadap barang persediaan yang kurang tahan lama atau cepat rusak.

2.2.         penggunaan dana jangka panjang

2.2.a. nilai uang sekarang
         Nilai uang sekarang adalah nilai uang pada aal periode penilaian dari sejumlah uang pada akhir periode dengan tingkat bunga tertentu.

2.2.b. nilai majemuk
Nilai hasil pengumpulan uang awal periode penilaian dimana yang akan datang dengan jumlah bunga yang diteria selama periode tersebut.


2.3.4.  Penilaian aktiva tetap beserta analisinya

Penilaian ataupun analisis yang dilakukan perusahaan dapat memakai cara berikut:
1.     Metode net present value.
2.     Metode internal rate of return.
3.     Metode profitability indeks.
4.     Metode pay back eriod
5.     Metode average of return.

Kesimpulannya : Pembelanjaan merupakan salah satu  perusahaan selain dari personalia, pemasaran, dan produksi.

BAB 3. P E R S O N A L I A



1.   Pengertian Manajemen Personalia

          Manajemen personalia merupakan fungsi bagian dari manajemen yang berkaitan dengan manusia khususnya bagaimana menjalin kerjasama dalam mengembangkan dan menumbuhkan berbagai kebijaksanaan dan mempengaruhi orang-orang yang membentuk organisasi maupun dalam membantu para pimpinan sebagai manajer untuk mengelola sumber daya manusia yang dimiiki perusahaan.

1.1.        Fungsi manajerial manajemen personalia

          Manajer personalia adalah seorang manajer yang mau tidak mau juga harus menjalankan fungsi-fungsi manajerial yaitu perencanaan, pengorganisasian dan pengawasan.

1.2.        Fungsi operasional manajemen personalia

a.     Pengadaan karyawan (procrutment).

b.    Pengembangan tenaga kerja.

c.      Kompensasi (balas jasa).
ada beberapa factor yang mempengaruhi tingkat upah, diantaranya:
1.     Pasar tenaga kerja.
2.     Peraturan pemerintah
3.     Adanya serikat buruh.
4.     Kemampuaan membayar perusahaan.
5.     Situasi keuangan dan laba perusahaan.
6.     Dan sebagainya.

Selain factor-faktor diatas penentuan tingkat upah juga dpengaruhi juga sistem yang dipakai dalam memberikan upah kepada karyawan. Adapun sistem yang dipakai menurut mair ada 4 sistem yaitu:
1.     Sistem upah menurut prestasi kerja.
2.     Sistem upah menurut lama kerja.
3.     Sistem upah menurut senioritas.
4.     Sistem upah menurut kebutuhan.
d.    Integrasi tenaga kerja.

e.      Pemeliharaan karyawan.


2.   Hubungan perburuhan (hubungan dan industrial)

2.1.        Pengertian
Pada dasarnya ada 4 unsur yang terdapat dalam hubungan perburuhan yaitu:
a.     Buruh.
b.     Majikan.
c.      Organisasi perburuhan.
d.     Organisasi perusahaan.

a.   Buruh
Buruh adalah orang yang bekerja dibawah perintah orang lain dan orang tersebut menerima upah sebagai imbalan atas pekerjaan yang mereka lakukan.

b.  Majikan/pengusaha
Orang yang memperkejakan orang lain untuk kemajuan dan keberhasilan perusahaan sekaligus tercapai tujuannnya (kepentingan majikan).

c.    Organisasi perburuhan
Suatu organisasi dengan tujuan untuk memperjuangkan dan memperbaiki kepentingan anggota-anggotanya.

d.    Organisasi pengusaha/majikan
Organisasi perusahaan terbentuk untuk melakukan kerja sama dengan orang lain baik yang menyangkut soal teknis atau ekonomis demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.


2.2.        Hubungan industrial pancasila

2.2.1.  Perjanjian kerja sama
Konflik yang terjadi anatara pekerja denga pengusaha bisa di golongkan menjadi 3 bagian:

1.     Konflik yang bisa diatasi dengan melakukan kontak langsung.
2.     Konflik yang hanya dapat teratasi dengan mendatangkan pihak ketiga. Cara nya sebagai berikut:
a.     Konsolidasi.
b.     Mediasi.
c.      Arbitrasi.
3.     Konflik macet untuk menyelesaikan dapat diatasi dengan memakai lembaga:
a.     Biapartite.
b.     Lembaga tripartite.

2.2.2.  Pencegahan timbulnya konflik

Untuk mencegah timbulnya konflik dapat dilakukan melalui cara-cara sebagai berikut:

a.     Membentuk lembaga konsultasi karyawan.
b.     Melakukan survey terhadap semangat kerja secara rutin survey ini bertujuan di samping mencari motif-motif yang merangsang priduktifitas karyawan juga mencari asal-usul timbulnya keresahan karyawan yang dapat mengurangi tingkat roduktifitas mereka.
c.      Membentuk lembaga bimbingan dan penyuluhan.
d.     Partisipasi dalam decision making.